Sabar ada tempatnya
Salah satu sifat yang mulia adalah sabar. Karena sangat mulianya tabiat ini, tak heran bila kesabaran selalu diindetikan dengan keimanan.
Dalam kitab Ihya' Ulumuddin, Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa kesabaran memiliki berbagai macam hukum. Tidak semua bentuk kesabaran yang dianggap baik dan mulia. Ada beberapa bentuk kesabaran yang malah dinilai tidak baik dan kurang tepat. Kesabaran pun sebenarnya harus tahu tempatnya supaya tidak terjebak pada kesabaran yang diharamkan.
Imam Ghazali mengatakan :
yang artinya : " Sabar dapat dibagi menjadi beberapa kategori sesuai dengan hukumnya : sabar wajib, sunah, makruh, dan haram. Sabar dalam menahan diri dari segala sesuatu yang dilarang syari'at adalah wajib. Sementara menahan diri dari yang makruh merupakan sabar sunah. Sedangkan menahan diri dari sesuatu yang dapat membahayakan merupakan terlarang ( haram ) seperti menahan diri ketika disakiti. Misalnya orang yang dipotong tangannya, atau tangan anaknya sementara ia hanya berdiam saja. Contoh lainnya sabar ketika melihat istrinya diganggu orang lain sehingga membangkitkan cemburunya tetapi ia memilih tidak menampakkan rasa cemburunya. Begitu juga orang yang diamsaat orang lain mengganggu keluarganya. Semua itu sabar yang di haramkan."
Sabar ada tempatnya sendiri ......

Komentar
Posting Komentar